Masih jaman ya gambar 2 dimensi? Planetbiru adalah media sosial dengan dukungan Panorama derajat yang memberikan Anda pengalaman baru dalam berbagi. Buat akun Anda sekarang juga dan bagikan pengalaman seru Anda. Gratis untuk selamanya.

Kamshory MT @kamshory

  • 1 hari

    Mobil Bermuka Dua Muncul di Bandung, Polisi pun Bertindak

    BANDUNG - Memodifikasi kendaraan memang hal lumrah bagi penghobi otomotif. Banyak hasil karya mereka yang unik karena disentuh tangan-tangan kreatif.

    Di Kota Bandung sendiri, foto tentang mobil yang dimodifikasi menjadi dua muka telah beredar. Disebut muka dua karena kepalanya dua, setirnya dua, kap depannya dua, ruang kabin depannya dua. Hal itu membuat yang melihatnya tak kan bisa membendakan mana bagian depan dan belakang.

    Penampakan mobil tersebut tertangkap kamera sedang meluncur di Jalan Sukajadi depan Mapolsek Sukajadi, Bandung, Jawa Barat. Kontan, mobil itu pun diberhentikan polisi.

    Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza membenarkan adanya mobil unik tersebut. Polisi telah menilang kendaraan itu.

    "Kita sudah lakukan penilangan terhadap kendaraan tersebut. Kita kenakan Pasal 275 ayat 2 tentang persyaratan teknis dan Pasal 286 tentang persyaratan laik jalan, Undang-Undang lalu lintas Nomor 22 Tahun 2009," katanya, Selasa (16/1/2017).

    "Dibuatkan surat pernyataan bermaterai untuk tidak dioperasionalkan sehari-hari," imbuh Agung. Ia juga menyebutkan, dari informasi yang di dapat, pemilik kendaraan tersebut sengaja memodifikasi sedan itu guna mengikuti kontes.

    (abp)
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 3 hari

    Asus Padfone X
    Bisa jadi HP, tablet dan laptop.
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 4 hari

    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 8 hari

    Terjadi sebuah ledakan yang sangat keras di dekat gedung Samudera Indonesia Jakarta Barat.
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 10 hari

    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 10 hari

    120 Ribu CPNS Akan Diterima Tahun 2018. Formasi Guru dan Tenaga Kesehatan Terbanyak

    Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) RI akan membuka lagi penerimaan calon atau CPNS pada tahun 2018 atau gelombang ketiga.

    Khusus gelombang ketiga ini, CPNS yang akan diterima direncanakan untuk formasi pegawai daerah.

    Pada gelombang pertama, ada sebanyak 17.521 CPNS diterima untuk Kementerian Hukum dan HAM dan.

    Pada gelombang kedua, ada sebanyak 17.928 formasi untuk mengisi jabatan pada 30 kementerian, 30 lembaga negara, dan 1 pemerintah provinsi, yakni Pemprov Kalimantan Utara.

    Total CPNS diterima pada 2 gelombang pada tahun 2017 sebanyak 35.449 dari 1,2 juta pendaftar.

    Pada gelombang ketiga, jumlah yang akan diterima jauh lebih banyak, yakni 120 ribu CPNS.

    "Akan ada 120 ribu orang calon PNS termasuk formasi untuk pegawai daerah," kata Menteri PAN-RB RI, Asman Abnur di Jakarta, pekan lalu.

    Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB RI, Herman Suryatman mengatakan, pihaknya masih memvalidasi data usulan formasi dari setiap instansi yang direncanakan selesai pada bulan ini.

    Selanjutnya, 2 bulan kedepan, Kementerian PAN-RB RI akan menetapkan formasi yang dibutuhkan dan mengumumkan pembukaan lowongan CPNS kepada masyarakat.

    Asman mengatakan, penerimaan CPNS tahun ini akan diprioritaskan formasi guru dan tenaga kesehatan.

    Bagi yang tak lulus tes CPNS pada tahun lalu, bisa mendaftar lagi pada tahun ini.

    4 Tahun Tanpa Penerimaan CPNS

    Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan kembali dibuka pada 2018.

    Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur mengatakan, pembukaaan 120 ribu lowongan dilakukan berdasarkan hitungan PNS yang pensiun.

    "Insyaallah kita buka pakai metode minus gross. Akan ada 120 ribu orang calon PNS termasuk formasi untuk pegawai daerah," kata Asman di Balai Kota Jakarta, Rabu (27/12/2017).

    "Kalau tak dilakukan penerimaan PNS akan terjadi ketimpangan pejabat eselon II dan eselon III," kata dia.

    Pada tahun 2017, sebanyak 37 ribu PNS sudah diterima untuk formasi pemerintah pusat. Formasi tersebut diperebutkan sebanyak 1,2 juta peserta.

    Menurut Asman, setelah dikalkulasi masih ada 220 ribu posisi PNS yang kosong lantaran ditinggal pensiun.

    Asman lantas meminta agar DKI cepat mengajukan formasi penerimaan CPNS di daerahnya. Dia meminta agar Badan Kepegawaiam Daerah (BKD) menghitung beban kerja yang dibutuhkan, terutama tenaga guru dan kesehatan.

    "Tolong prioritaskan guru dan kesehatan, 2018 mohon kalau bisa awal Januari sudah menerima rencana usulan," tandas Asman.

    Bagi masyarakat yang belum lolos dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2017, jangan berkecil hati. Pada 2018, pemerintah akan kembali membuka seleksi CPNS.

    Jika tahun ini pendaftaran CPNS mayoritas untuk Kementerian/Lembaga di pemerintahan pusat, pada tahun depan pembukaan CPNS akan didominasi untuk pemerintah daerah.

    Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, Kementerian PANRB telah mengusulkan jumlah pembukaan CPNS 2018 ke Kementerian Keuangan.

    "Yang jelas pada 2018 itu yang akan pensiun itu sebanyak 250 ribu orang, dimana 38 ribu itu di pemerintah pusat dan sisanya di daerah. Posisi terakhir baru itu yang kami sampaikan ke Kementerian Keuangan untuk 2018," kata dia dalam Media Gathering di Bogor, Rabu (13/12/2017).

    Penerimaan Februari-Maret

    Pemerintah tetap melakukan seleksi CPNS 2018 dengan sistem zero growth, mengingat moratorium sampai saat ini belum dicabut oleh Menteri PAN-RB. Artinya, tambahan CPNS tidak akan melebihi jumlah PNS yang pensiun.

    Mengenai jadwal seleksi CPNS 2018, Setiawan mengaku masih belum bisa memastikan bulan apa akan diadakan. Hanya saja dirinya memiliki tenggat waktu yang diharapkan.

    "Biasanya kami kalau sudah usulkan, nanti akan menunggu usulan dari instansi pemerintahan. Baru nanti kita validasi, itu akan kita lakukan di Februari-Maret 2018. Baru kalau sudah selesai nanti kita persiapan untuk buka lagi," tambah dia.

    Usulan posisi yang dilakukan instansi pemerintahan, saat ini Kementerian PAN-RB sudah menerapkan model e-formasi. Dengan ini maka akan mempersingkat waktu validasi.

    Posisi-posisi yang akan disetujui oleh Kementerian PANRB ini nantinya akan disesuaikan dengan visi misi masing-masing pemerintahan baik pusat dan daerah.(*)
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 10 hari

    http://makassar.tribunnews.com/2018/01/02/120-ribu-cpns-akan-diterima-tahun-2018-formasi-guru-dan-tenaga-kesehatan-terbanyak
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 13 hari

    Franz is your messaging app / former Emperor of Austria and combines chat & messaging services into one application. Franz currently supports Slack, WhatsApp, WeChat, HipChat, Facebook Messenger, Telegram, Google Hangouts,GroupMe, Skype and many more.

    Franz allows you to add each service many times. This makes Franz the perfect tool to manage multiple business and private accounts all at the same time. You could even use five different Facebook Messenger accounts at once, if some inexplicable reason urges you to do so.

    Franz supports a great variety of business and private messaging & chat services like Slack, WhatsApp, WeChat, HipChat, Messenger, Telegram, Google Hangouts, Skype, Zendesk and many more.

    It does not matter if you just want to keep in touch with your friends or are managing a multi-seat customer care team. Franz got you covered.

    You need your messaging setup at work, home and 42 other places and don't want to add all services again and again and again?

    Franz 5 offers built in service synchronization. Just sign in to your Franz account and you are ready to go.

    The extensive plugin architecture of Franz 5 allows you add and create unlimited services to adapt Franz a 100% to your your needs – not the other way around.

    Together with the amazing Franz community, we are constantly adding new services to offer a platform that perfectly fits your needs.

    https://meetfranz.com
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 13 hari

    Patung Konyol Michael Essien Bikin Netizen Terpingkal

    Penampakan patung Michael Essien ini membuat dahi netizen mengernyit. Patung yang terlihat kocak tersebut terlihat di Kumasi, Ghana.
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 13 hari

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) sedang menyiapkan diri untuk membuka kembali penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018. Pembukaan CPNS ini kemungkinan akan dilakukan karena masih banyak Kementerian dan Lembaga pemerintah baik di pusat maupun di daerah yang membutuhkan PNS baru.

    "Lagi dihitung anggarannya. Kemungkinan akan kita buka, lagi dihitung anggarannya," ujar Menpan-RB Asman Abdur di Istana Negara, Rabu (3/1).

    Asman menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan kebutuhan di masing-masing Kementerian dan Lembaga serta pemerintah daerah jika memang memerlukan. Jika sudah selesai perhitungannya secara pasti baru akan diumumkan kepada publik. "Nanti kalau sudah selesai (hitungannya) akan kita umumkan," ujar Asman.

    Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) mengusulkan 250 ribu kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di pusat dan daerah pada tahun 2018 mendatang. Jumlah tersebut, akan diprioritaskan untuk profesi tenaga kependidikan dan tenaga kesehatan.

    "Prioritasnya masih guru dan tenaga kesehatan. Untuk komposisi, lebih banyak untuk daerah (pemda). Sebanyak 215.000 untuk pemda, dan sisanya ditempatkan di pusat," kata Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur KemenPAN-RB, Setiawan Wangsaat beberapa waktul lalu.

    Setiawan menerangkan, tahun depan pemerintah akan tetap melakukan seleksi CPNS dengan sistem zero growth, mengingat Kementerian PAN-RB belum mencabut moratorium. Karenanya, ASN akan disesuaikan dengan jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun di tahun 2018.

    Menurut dia, untuk seleksi CPNS tahun 2018, akan lebih difokuskan pada jabatan teknis atau fungsional. Sebab, berdasarkan data kementerian, untuk jumlah ASN bidang administrasi terbanyak dengan presentasi 37,7 persen dari jumlah ASN di Indonesia, disusul tenaga pengajar (guru) 37,6 persen. Sementara ASN untuk jabatan teknis hanya 8,5 persen, disusul tenaga kesehatan sebanyak 6 persen.
    Balas Suka Tidak Suka Netral